Saya akan menceritakan kebudayaan dan adat istiadat dari daerah kampung saya yaitu Jambi. Berhubung Jambi rakyatnya mayoritas memeluk agama islam, jadi saya akan menceritakan kebiasaan yang islam dulu.
Rebana siam salah satu kebudayaan Jambi yang hampir mirip dengan hajra, Biasanya rebana siam dimainkan saat mengiri sholawat Nabi Muhammad S.A.W. perbedaan antara rebana siam dengan hajrah terletak pada jenis alat yang digunakan. Di Muara Jambi kesenian ini juga digunakan saat mengiringi pengantin pria menikah menuju rumah pengantin wanita, dari pengantin pria keluar rumah sampi depan rumah pengantin wanita.
Di Jambi juga cukup banyak tarian tapi kita akan membahan salah satu tarian khas jambi yaitu Tarian Sikapur Sirih. Tarian ini diciptakan oleh Darius Chatab pada tahun 1962 kemudian tarian ini ditata ulang oleh OK Hendri dari BBA pada tahun 1967. Tarian ini digunakan untuk menyambut tamu yang dihormati sebagai ungkapan rasa putih hati dalam menyambut tamu yang ditarikan oleh penari putri.
Sekarang mau ngomongin baju kebudayaan jambi yaitu baju kurung tanggung merupakan baju tradisionalyang digunakan untuk kegiatan upacara dan sehari-hari sesuai dengan ruang, waktu dan tempat. Baju ini memiliki makna ketangkasan seorang mria dalam mencari pekerjaaan. Bahan yang digunakan dari bahan beludru dan diberi sulaman benang emas.
Sekian artikel tentang kebudayaan dan adat jambi, maaf nih kalo kurang lengkap artikelnya. kurang lebihnya mohon maaf, sekian dari saya.
Wassalamualikum W.r. W.b.
Sumber :
http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2014/03/pakaian-adat-jambi.html
http://home.candimuarojambi.com/index.php?option=com_content&view=section&layout=blog&id=7&Itemid=114
http://wisatadanbudaya.blogspot.com/2010/05/seni-tari-daerah-jambi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar